
PAMEKASAN – Sebagai langkah nyata dalam mencegah dan menanggulangi peredaran serta penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pamekasan menggelar kunjungan strategis ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan, Sabtu 16 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi dini kepada para siswa agar terhindar dari bahaya barang haram tersebut.
Kaur Bin Ops (KBO) Satresnarkoba Polres Pamekasan, Iptu Slamet Wahyudi, hadir langsung sebagai pemateri utama. Di hadapan ratusan siswa, beliau memaparkan secara gamblang mengenai jenis-jenis narkoba serta dampak buruknya yang luar biasa, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun hukum.
“Narkoba adalah musuh nyata yang bisa menghancurkan masa depan dan menjerumuskan para pelajar. Sekali mencoba, masa depan yang kalian impikan bisa sirna seketika,” tegas Iptu Slamet Wahyudi dalam penyampaiannya.
Selain mengenalkan bahaya laten narkoba, Iptu Slamet juga mengingatkan para siswa untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan. Menurutnya, benteng utama bagi remaja selain keimanan adalah lingkungan yang sehat. Beliau mengimbau agar para siswa dengan tegas menjauhi teman pergaulan dan lingkungan yang negatif yang berpotensi menyeret mereka ke dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkoba.
Apresiasi dari Pihak Madrasah

Langkah proaktif dari jajaran Polres Pamekasan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi yang tinggi dari pihak madrasah. Kepala MAN 2 Pamekasan, Dr. Mohammad Holis, menyatakan bahwa kerja sama semacam ini sangat krusial dalam membentuk karakter siswa yang bersih dari narkoba.
“Kami sangat mengapresiasi langkah kerja sama dari Satresnarkoba Polres Pamekasan. Melalui sosialisasi ini, siswa-siswi kami bisa lebih dini mengenali dan memahami bahaya narkoba, sehingga mereka memiliki kesadaran penuh untuk membentengi diri mereka sendiri,” ujar Dr. Mohammad Holis.
Pihak sekolah berharap kegiatan edukasi dan sinergi seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Dengan adanya pemahaman yang kuat sejak dini, diharapkan para pelajar MAN 2 Pamekasan tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) dalam mengampanyekan gerakan anti-narkoba di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
