
PAMEKASAN — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan menggelar peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan suasana yang khidmat sekaligus gempita pada Selasa (25/11). Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mempererat ikatan batin antara guru dan siswa, sejalan dengan tema besar yang diusung.
Upacara Khidmat: Merawat Semesta dengan Cinta
Rangkaian acara diawali dengan Upacara Bendera yang berlangsung dengan tertib. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Chandra Kirana, membacakan amanat khusus dari Menteri Agama Republik Indonesia.
> “Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 ini mengusung tema utama ‘Merawat Semesta dengan Cinta’. Ini adalah panggilan bagi kita semua, khususnya para pendidik, untuk tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama, sebagai implementasi nyata dari ajaran agama,” ujar Ibu Chandra Kirana, membacakan amanat.
>
Amanat tersebut disambut dengan anggukan khidmat dari seluruh guru dan siswa yang hadir, menandai komitmen bersama untuk menjadikan madrasah sebagai pusat pendidikan yang berlandaskan kasih sayang.
Pesta Gempita dengan Lomba Tradisional
Setelah upacara, suasana khidmat berganti menjadi gempita. Seluruh guru dan siswa berkumpul di Aula Madrasah untuk memeriahkan hari guru melalui berbagai perlombaan yang unik dan penuh keceriaan.

Beberapa lomba tradisional yang digelar berhasil mengundang tawa dan semangat kompetisi yang sehat, di antaranya:
* Nyo’on Geddheng (Lomba Menyunggi Bakul/Tampah): Melatih keseimbangan dan kekompakan tim.
* Estafet Gantungan Baju: Menguji kecepatan dan koordinasi antar anggota tim.
* Tebak Kata: Mengasah kemampuan komunikasi dan pengetahuan umum.
Seluruh perlombaan ini diselingi dengan alunan merdu dari Lomba Karaoke Musik Islami yang diikuti oleh para guru dan siswa, menambah semarak peringatan Hari Guru.
Puncak Acara: Istighosah untuk Ikatan Batin
Puncak dari rangkaian acara HGN adalah kegiatan Istighosah Bersama yang diadakan setelah sesi perlombaan. Seluruh siswa dan guru duduk bersama, memanjatkan doa, sebagai simbolis penguatan ikatan batin yang lebih dalam antara murid dan pendidik.
Acara istighosah yang penuh haru dan refleksi ini dipimpin langsung oleh Kepala Tata Usaha (Ka TU), Ustad Hanafi. Dalam doanya, Ustad Hanafi memohon agar para guru senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan dalam mendidik, serta agar para siswa menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Peringatan HGN ke-80 di MAN 2 Pamekasan ditutup dengan harapan agar semangat “Merawat Semesta dengan Cinta” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga terefleksi dalam setiap proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari di madrasah.
