
PAMEKASAN — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pamekasan menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Program Edukasi Paham AI untuk Pelajar” di MAN 2 Pamekasan. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Gedung Tanean Lanjhang, Lantai 3 Ruang Audio Visual Studio MAN 2 Pamekasan, dan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari siswa kelas X, XI, serta XII.
Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Pamekasan, Ipda Dedy Dwi P., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ipda Dedy menekankan pentingnya bagi generasi muda, khususnya para pelajar, untuk memahami keberadaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak dan cerdas.
Menurut Ipda Dedy, perkembangan teknologi AI bak pisau bermata dua yang memiliki sisi positif sekaligus negatif. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi sangat krusial di era digital saat ini.
“Kemajuan teknologi adalah hal yang tidak bisa kita pungkiri. Kita harus mampu menguasai teknologi AI di berbagai lini kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, militer, maupun ilmu pengetahuan. Namun, penguasaan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman dan tanggung jawab agar tidak terjerumus pada dampak negatifnya,” tegas Ipda Dedy di hadapan para siswa.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala MAN 2 Pamekasan, Mohammad Holis, menyampaikan apresiasi mendalam dan dukungan penuh atas inisiatif serta kepedulian yang ditunjukkan oleh tim Satlantas Polres Pamekasan terhadap perkembangan karakter dan wawasan para pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Pamekasan yang telah peduli dan turun langsung mengarahkan para siswa-siswi kami agar dapat mendalami serta memanfaatkan teknologi AI secara bijak. Pembekalan ini sangat relevan dan bermanfaat bagi masa depan para pelajar,” ujar Mohammad Holis.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswa MAN 2 Pamekasan dapat menjadi pelopor pemanfaatan teknologi yang positif, kreatif, dan produktif, sekaligus membentengi diri dari potensi penyalahgunaan teknologi AI di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
