
PAMEKASAN — Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, MAN 2 Pamekasan menggelar perayaan meriah yang memadukan edukasi kebudayaan, kesehatan, dan penyaluran bakat siswa pada Selasa 13 Oktober 2026. Berpusat di Gedung Tanean Lanjhang, Lantai 3 Ruang Audio Visual Studio, acara ini mengusung tema khas lokal, “Letthek Samman” (Lebur Bhatek Sa Areh e MAN).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama yang solid antara Duta Sekolah MAN 2 Pamekasan bersama Ikatan Putra Putri Batik Kabupaten Pamekasan.
Tiga Rangkaian Acara Utama
Untuk memberikan dampak dan edukasi yang menyeluruh bagi para siswa, acara dikemas secara interaktif melalui tiga sesi utama:
Sosialisasi Batik Pamekasan
Pada sesi pertama, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai sejarah, keberagaman motif, jenis batik, hingga asal daerah tiap corak batik khas Pamekasan dari Ikatan Putra Putri Batik Kabupaten Pamekasan.
Edukasi Kesehatan dan Perawatan Tubuh
Sesi kedua diisi dengan pemaparan seputar kesehatan dan perawatan diri khusus remaja yang disampaikan langsung oleh Tim Elysia Beauty. Sesi ini memberikan tips praktis bagi siswa untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit di usia remaja.
Lomba Fashion Show Batik
Sebagai puncak acara, Lomba Fashion Show tampil memukau dengan aksi panggung para perwakilan siswa. Setiap kelas (mulai dari kelas X, XI, hingga XII) wajib mengirimkan minimal dua perwakilan untuk menirukan keindahan busana batik di atas catwalk.

Apresiasi dari Kepala Madrasah
Kepala MAN 2 Pamekasan, Muhammad Holis, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan kreatif ini.
“Saya sangat bangga dengan digelarnya acara ini. Selain dapat meningkatkan pengetahuan dan rasa cinta siswa terhadap warisan budaya batik khas daerah kita, kegiatan ini juga menjadi wadah yang sangat positif untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka di bidang fashion,” ujar Muhammad Holis.
Melalui perayaan Letthek Samman ini, diharapkan seluruh generasi muda di MAN 2 Pamekasan semakin bangga mengenakan batik serta mampu melestarikan kebudayaan lokal di tengah era modernisasi.
