
PAMEKASAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan menggelar kegiatan sosialisasi mengenai perlindungan perempuan dan anak, sekolah anti- bullying, serta sekolah ramah anak pada Rabu (5/8/2026). Acara yang berlangsung di Aula MAN 2 Pamekasan ini menyasar para tenaga pendidik sebagai peserta utama guna memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pamekasan, yaitu Prof. Umi Supraptiningsih, SH, MH dan Rochiyatin Rifa’i, S.Ag. Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran tamu undangan penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kan Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), serta Pengawas Madrasah.
Acara dirancang secara interaktif dan terbagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, para narasumber menyampaikan pemaparan materi mendalam yang mencakup pengertian bullying, berbagai macam bentuk perundungan (fisik, verbal, psikologis, hingga cyberbullying), langkah-langkah pencegahan di lingkungan madrasah, serta metode pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis korban perundungan.
Memasuki sesi kedua, suasana berlangsung dinamis melalui diskusi dan tanya jawab. Para tenaga pendidik memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai penerapan konsep sekolah ramah anak di lapangan, penanganan kasus perundungan secara bijak, serta kolaborasi antar-pihak dalam menjaga ketahanan mental peserta didik.
Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Pamekasan bersama Kemenag dan DP3AKB Kabupaten Pamekasan berharap seluruh tenaga pendidik mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip sekolah ramah anak secara berkelanjutan, sehingga madrasah tak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi rumah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
